Foto bersama setelah berhasil lolos ke semi final
Jumat, 31 Juli 2009
D.K.TEAM 2007
KIPRAH SEPAK BOLA TIMOR LESTE DI DUNIA


Inilah para Pemuda Timor Lete yang menghharumkan Negara Timor Leste di Negri Orang....Jadikanlah ini sebagai semangat juan Bangsa Timor Leste...teruslah maju dan bangkitlah hai para Pemuda-Pemudi berbakat....tunjukan pada Dunia bahwa sepak bola Timor Leste tak pantas dipandan sebelah Mata....viva O SOL NASCENTE....THE RISING STAR....
Diambil dari:Jawa Pos.
TIMOR LESTE
Hai Para Pemuda/Pemudi dan Masyarakat Timor Leste.....
Setelah memalui tahun2 yang mencekamkan ( 2004,2005,2006 ),Yang begitu penuh penderitaan, Khususnya bagi para Pemuda/Pemudi Timor Leste dan Masyarakat Timor Leste Pada Umumnya.
Karena besarnya rasa kebencian dan dendam yang masih mendalam dibenak tiap masyarakat Timor Leste bagian Barat ( Loro-Monu ) dan Bagian Timur ( Loro-Sae),yang menyebabkan hal yang tidak diinginkan terjadi, harus terjadi dengan mudanya.
Yang menjadi masalah disini adalah: apakah semua ini disebabkan karena ketidakdewasaan dan mketidak professionalan Politik di Timor Leste?Yang menyebabkan kehidupan perekonomian yang amburadul,sehingga menyebabkan semuanya terjadi dengan muda?
Sebagai seorang Pemuda Timor Leste,sangat disayangkan,kenapa hal sekecil itutidak dapat diselesaikan dengan damai masyarakat Timor Leste sendiri.
Kemanakah arah pemikiran kita semua, yang hanya memikirkan kelompok2 tertentu dalam membawa negara Tercinta yang dimana dulunya dibeli dengan pertumpahan darah dimana-mana.
Sebagai seorang pemuda Timor Leste,Saya mengajak saudara /saudari seTanah air, Marilah satukan tekad kita untuk membawa Negara Tercinta ini ke jalan yang lebih terang sebgaimana yang diperjuangkan para pahlawan yang telah gugur, yang masih hidup ke satu tujuan yang di perjuangkan selama ini.
Sekali lagi, marilah kita bersatu untuk memimpin sendiri Negara tercinta kita, jangan biarkan orang lain yang menguasai terus yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan lupa akan para Pahlawan dan masyarakat yang berjuan akan kemerdekaan Negara ini.
Pertama- tama saya mengajak, para Pemuda/Pemudi Mari kita lupakan masa lalu demi tujuan bersama, marilah kita bersatu katakan tidak pada " Loro-sae dan Loro-monu"Katakanlah satu kata saja,kita semua adalah Putra /putri " TIMOR LESTE"kita hanya satu untuk selamanya,demi cita-cita kita,Pahlawan kita yang telah gugur dan Masyaraka kita pada umumnya.....
By:Promas.
Kamis, 30 Juli 2009
LIBURAN BERSAMA MAHASISWA TIMOR LESTE WIL.D.KUPANG
Mungking hari itu merupakan hari bahagia maupun hari sedih buat Saya....
Awalnya liburan kita ini penuh dengan wajah2 ceria,seperti bunga yang sedang bermekar pada pagi hari...
Disanalah aku sama teman2 saling bertukar pengalaman antara satu sama lain.....setelah itu semua lanjutin kegiatan sesuai dengan rencana....yang telah disusun dengan baik oleh Panitia yang di bentuk......karena kita liburan disana selama tiga hari.....dan hari berikutnya kita tanpa kegiatan...maka dari panitia mengambil keputusan untuk jalan2 ke tempat wisata yang tak jau dari lokasi Pohsarang...yaitu Basuki.....,sesampainya kita semua disana tanpa terkontrol kita berhamburan kemana-mana karena baru pertama kali jalan2 ke tampat tersebut....tak lama kemudian panitia kita bentak dan terjadilah perselisihan diantara kita semua yang datang disitu...mungkin itulah hari tersedih yang kualami bersama teman2 pada waktu liburan.......
by Proden................
Senin, 27 Juli 2009
Jumat, 24 Juli 2009
MY ALL FRIEND'S
Hidup memang tak bisa dipisahkan dari persahabatan,karena persahabatanlah yang membawa kita ke Dunia yang lebih indah dan lebih luas tak seperti yang kita rasakan tanpa persahabatan......
sahabat itu membuat kita semakin dewasa dalam pergaulan.....baik di dalam diri kita sendiri,keluarga dan masyarakat di sekitar kita......
maka dengan demikian....kita perlu menjadikan diri kita pemandangan pertama yang indah dipandang oleh orang lain , berikanlah senyum, maka anda, kita dan saya akan mendapatkan Dunia yang indah pula dalam hidup kita.....
YOU"LL NEVER WALK ALONE
YOU"LL NEVER WALK ALONE.....
Motto ini adalah motto yang dianut oleh club asal Inggris yaitu Liverpool....dimana Saya sendiri adalah fans berat dari club tersebut..
Ketertarikan Saya untuk menjadi salah satu fans team ini adalah motto yang tertera pada lambang club tersebut....yang berbunyi YOU'LL NEVER WALK ALONE.....karena sebagai seorang Manusia saya menyadari begitu tak berarti hidup kita apabila tak membutuhkan bantuan orang lain....dan kerja sama dengan orang lain....
Selain dari motto yang tertera pada lambang team tersebut.....hal lain yang menjadi ketertarikan Saya adalah warna kebesaran team tersebut yaitu warna "MERAH" THE REDS...warna itu membuat saya begitu terinspirasi......karena warna merah melambangkan perjuangan ........kitapun harus menyadari bahwa selama kita masih hidup di dunia ini kita harus terus berjuang demi menggapai suatu cita-cita yang kita harapkan atau impikan dalam hidup kita.....
ONCE AGAIN...........IN OUR LIVE WE ARE NEVER WALK ALONE.........
by......Prodenciano Maria Soares.
Rabu, 08 Juli 2009
VISI MISI FAKULTAS TEKNIK....UWKS
VISI MISI FAKULTAS TEKNIK....
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA...
Visi :
Program studi yang unggul dalam menghasilkan lulusan yang bermutu, bermartabat dan dapat diterima pemangku kepentingan di bidang rekayasa sipil pada tahun 2014.
Misi :
- Melaksanakan sisten manajemen mutu guna menjamin terlaksananya tridharma perguruan tinggi
- Menigkatkan dan mengembangkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang bermutu, bermartabat dan berkelanjutan
- Menerapkan dan mengembangkan IPTEK, kemampuan berwirausaha, keahlian dan etika kecendikiawan dan berwawasan lingkungan sebagai ciri khas lulusan untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan
Tujuan:
- Menjadikan program studi yang unggul sebagai pusat rujukan pemangku kepentingan dalam bidang rekayasa sipil
- Menghasilkan lulusan yang :
- Bermutu dan bermartabat
- Mampu menerapkan dan alih pengetahuan dibidang rekyasa sipil
- Mampu merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan silpil dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berwawasan lingkungan.
- Mampu meningkatkan dan mengembangkan diri, dalam pendidikan yang berkelanjutan dengan prinsip belajar seumur hidup
- mampu bekerja sama, membangun komunikasi dan jejaring tingkat Nasional maupun Internasional
- Memiliki etika kecendikiawanan, kemampuan berwirausaha dan berwawasan lingkungan yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
3. Berperasn seta dalam pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
VISI DAN MISI FAKULTAS TEKNIK SIPIL
Visi :
Sebagai fakultas yang bermutu dan bermartabat dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi untuk mencapai kepuasan pemangku kepentingan.
Misi
- Melaksanakan sisten manajemen mutu guna menjamin terlaksananya tridharma perguruan tinggi
- Menigkatkan dan mengembangkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang bermutu, bermartabat dan berkelanjutan
- Menerapkan dan mengembangkan IPTEK, kemampuan berwirausaha, keahlian dan etika kecendikiawan dan berwawasan lingkungan sebagai ciri khas lulusan untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan
Tujuan:
- Menjadikan program studi yang unggul sebagai pusat rujukan pemangku kepentingan dalam bidang rekayasa sipil
- Menghasilkan lulusan yang :
- Bermutu dan bermartabat
- Mampu menerapkan dan alih pengetahuan dibidang rekyasa sipil
- Mampu merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan silpil dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berwawasan lingkungan.
- Mampu meningkatkan dan mengembangkan diri, dalam pendidikan yang berkelanjutan dengan prinsip belajar seumur hidup
- mampu bekerja sama, membangun komunikasi dan jejaring tingkat Nasional maupun Internasional
- Memiliki etika kecendikiawanan, kemampuan berwirausaha dan berwawasan lingkungan yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
3. Berperasn seta dalam pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Senin, 06 Juli 2009
MANAJEMEN MUTU
PENDAHULUAN
( project level ).
Project Management Institute ( PMI, 2000 ) menyatakan bahwa manajemen mutu proyek merupakan proses diperlukan untuk meyakinkan bahwa proyek akan memenuhi harapan dan kebutuhan, termasuk semua kegiatan dari semua fungsi manajemen yang menentukan kebijakan, tujuan dan tanggung jawab mutu, dan mengimplementasikannya sedemikian hingga seperti perencanaan mutu ( quality planning ), penjaminan mutu ( quality assurance), pengendalian mutu
( quality control ) dan penyempurnaan mutu ( quality improvemen t).
ISO 9000 adalah salah satu standar sistem manajemen mutu internasional yang dapat diterapkan baik induk manufaktur maupun jasa konstruksi untuk penyempurnaan mutu prosedur dan produk. Adapun tahapan yang diperlukan untuk menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9000 adalah mulai dari tahap persiapan implementasi hingga sampai kepada tahap sertifikasi. Sertifikasi ISO 9000 dalam industri konstruksi telah ditersecara meluas oleh banyak negara termasuk Indonesia, dan jumlah sertifikat untuk perusahaan konstruksi bertambah dari tahun ke tahun.
1.2. Pengertian
Sistem manajemen mutu ( MMS ) atau Quality Management System (QMS) merupakan suatu sistem yang memuat garis besar kebijakan dan prosedur yang diperlukan untukmeningkatkan dan mengontrol berbagai proses yang akhirnya akan menuju pada peningkatan business performance. QMS meliputi serangkaian elemen-elemen yang saling terkait dan berinteraksi yang mengarahkan dan mengontrol organisasi mengacu pada mutu. Oleh sebab itu, QMS diaplikasikan pada seluruh kegiatan dan unit dalam suatu organisasi.
1.3. Permasalahan.
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa masalah mengenai suatu hasil dari suatu kwalitas proyek atau yang berhubungan dengan masalah mutu hasil proyek, maka masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
Faktor – factor yang mempengaruhi budaya kwalitas suatu perusahaan?
Bagaimana Proses penjaminan mutu hasil suatu Proyek ?
Factor penyebab perselisihan dalam suatu mutu proyek konstruksi?
PEMBAHASAN
Dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan kwalitas mutu yang bagus sangat perlu diperhatikan beberapa criteria dan ukuran mutu yang dapat dilihat dari dokumen kontrak kerja antara kontraktor dan pemilik proyek yang meliputi anggaran, kualitas produk, jangka waktu pelaksanaan, keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh sebab itu pelayanan yang berkualitas pada perusahaan jasa kontruksi dapat dilihat dari biaya pelaksanaan yang tidak melebihi rencana biaya yang dianggarkan dalam pelaksanaan, waktu pelaksanaan yang sesuai, dan kualitas produk yang dihasilkan telah memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Oleh sebab itu perusahaan jasa konstruksi yang ingin bermutu dan berkualitas harus melakukan perubahan mulai dari budaya tradisional menjadi budaya yang diinginkan stakeholders. Perubahan tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan- seperti ditunjukkan pada berikut ini :
@.Pendekatan kualitas Tradisional1 Berpikir jangka pendek
1 Orientasi hasil
2 Orientasi kuantitas
3 Orientasi keterampilan
4 Orientasi pengurusan
5 Fokus pada penyelia
6 Sesuai standar
7 Kumunikasi satu arah
8 Bekerja secara individu
9 Latihan sering dianggap tidak produktif
10 Prilaku menyalahkan
11 Tindakan pembetulan
12 Mengurangi biaya
13 Orientasi pada kepakaran
14 Struktur dengan hirarki
15 Pengawasan dari eksternal
@.Pendekatan Budaya Kualitas
1.Berpikir jangka panjang
2.Orientasi proses
3.Orientasi kualiti
4.Orientasi pada sistem
5.Orientasi pemimpin
6.Fokus pada pelanggan
7.Perbaikan terus menerus
8.Komunikasi dua arah
9.Bekerja secara kelompok
10.Pendidikan dan latihan dilakukan secara terus menerus
11.Pemecahan masalah
12Tindakan pencegahan
13.Memperbanyak pemasaran
14.Orientasi pada teknologi
15.Struktur dengan sistem rata
16.Pengawasan dalam bentuk diri sendiri ( internal )
Namun dari beberapa pendekatan di atas, masih ada beberapa factor yang sangat esensial dalam mempengaruhi budaya kwalitas perusahaan jasa kontruksi yaitu faktor struktur organisasi, komunikasi, motivasi, kepemimpinan, kerja kelompok, sistem penghargaan, pendidikan dan latihan, pemberian kuasa. Masing-masing faktor tersebut diuraikan sebagai:
A. Struktur organisasi
Struktur organisasi adalah satu sistem untuk menyamakan presepsi dan tujuan serta memotivasi pekerja dalam organisasi. Struktur organisasi bertujuan untuk mengontrol penggunaan sumber daya dalam organisasi. Struktur organiasai juga akan memberikan informasi jenis organisasi, bagian organisasi, kedudukan, jenis jabatan, batasan, hubungan atasan bawahan, tingkatan pengurus, dan bidang pekerjaan. Struktur organisasi dipengaruhi oleh peranan pengurus tertinggi dalam sruktur organisasi, hubungan antar pengurus dan bawahan serta pekerja, kepemimpinan, dan lingkungan sekitar organisasi tersebut.
B. Komunikasi
Komunikasi merupakan proses pengiriman dan penerimaan informasi baik lisan maupun tulisan dalam suatu organisasi. Komunikasi berperan penting dalam membentuk, memajukan dan memastikan keberhasilan sebuah organisasi. Komunikasi dapat dijalankan dengan memberi kepercayaan kepada bawahan, memberi pendapat yang baik, komunikasi lebih terbuka dan komunikasi yang lebih mudah dipahami, serta interaksi secara bersahabat dan kebebasan mengeluarkan pendapat.
C.Motivasi
Motivasi adalah tingkah laku atau sesuatu yang mendorong seseorang mencapai tujuan di dalam organisasi. Manajer berperan untuk mendorong para pekerja untuk bertanggung jawab dan bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan dengan baik, meningkatkan prestasinya, meningkatkan produktivitas dan kualitas secara terus menerus guna mencapai keuntungan dan keberhasilan organisasi. Motivasi akan timbul dengan memberikan upah yang setimpal, jaminan kesehatan, hubungan dengan rekan sekerja yang baik, pekerjaan yang sesuai, dan peranan pimpinan dengan komunikasi yang baik untuk meningkatkan motivasi secara individu dan kelompok.
D. Kepemimpinan
Pemimpin adalah seorang yang dapat mempengaruhi orang lain ke arah yang berkualitas untuk mencapai tujuan perusahaan. Pemimpin berperan dengan cara mengarahkan, membimbing, memberi motivasi kerja, memonitor organisasi, menjalin komunikasi yang baik, memberikan pengawasan yang baik untuk melaksanakan visi dan misi ataupun sasaran yang ditetapkan organisasi (perusahaan). Hal ini akan tercapai dengan visi dan misi yang jelas, komitmen pimpinan, ketokohan dan keteladanan, dan dorongan semangat.
E. Kelompok kerja
Kelompok kerja adalah sekumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok tersebut memiliki kesepakatan terhadap misi dan ketaatan kepada peraturan yang diberlakukan. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab dan kuasa dalam melaksanakan tugas dan melakukan perbaikan terhadap keseluruhan proses. Setiap anggota kelompol rela berubah dalam menyesuaikan diri dengan anggota kelompok lain, melaksanakan komunikasi dan mempercayai sesama anggota kelompok agar setiap kelompok dapat bekerjasama. Kerja kelopok akan berhasil dengan menetapkan tujuan kelompok, fungsi kelompok, membangun dan mengarahkan kerja kelompok, laporan dan keputusan kelompok.
F. Sistem penghargaan
Sistem penghargaan adalah sistem untuk menghargai jerih payah yang telah dilakukan pekerja kepada perusahaan. Memberi reward dan funishment yang adil dan layak kepada para pekerja yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mencapai tujuan organisasi. Penghargaan dapat berupa uang atau benda sesuai kemampuan keuangan perusahaan. Penghargaan dinilai bukan dari banyaknya tetapi ketepatan penghargaan tersebut.
G. Pendidikan dan latihan
Pendidikan dan latihan adalah proses pembelajaran guna mempersiapkan individu untuk melaksanakan pekerjaan yang berbeda pada masa ini dan masa datang. Pendidikan dan latihan diperlukan untuk mencapai tugas tertentu yang harus dilaksanakan sesuai tuntutan. Dengan ilmu dan keahlian yang sesuai dengan teknologi dan perkembangannya akan dapat meningkatkan kemampuan diri dari pekerjaan.
H. Pemberian kuasa
Pemberian kuasa adalah memberi kepercayaan dan kuasa kepada setiap pekerja untuk melaksanakan pekerjaanya melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang dianggap tepat dalam rangka penyempurnaan pekerjaannya. Pemberian kuasa merupakan keterlibatan pekerja secara menyeluruh untuk melaksanakan setiap proses dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Pemberian kuasa dipengaruhinya oleh sistem dan prosedur pemberian kuasa, kebijakan pemberi kuasa, dan peranan pekerja yang diberi kuasa.
Dari delapan faktor tersebut terdapat hubungan timbal balik diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu untuk struktur organisasi dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan latihan. Faktor pendidikan dan latihan ini merupakan langkah awal untuk melihat kemampuan seseorang.
Komunikasi dipengaruhi oleh struktur organisasi, kepemimpinan, kelompok kerja, dan diklat. Dengan komunikasi yang baik pemimpin akan dapat mendistribusikan atau mendelegasikan pekerjaan kepada kelompok kerja yang telah mendapatkan pendidikan dan latihan sebelumnya sehinga ia dapat bertindak sesuai dengan kewenangannya.
Motivasi dipengaruhi oleh komunikasi, kepemimpinan, penghargaan, dan pemberian kuasa. Motivasi akan memepengaruhi seseorang untuk bertindak atau berprilaku. Dengan kepemimpinan yang baik akan dapat memotivasi para pekerja atau bawahannya. Hal ini dapat dilakukan melalui penghargaan, memberi kuasa (promosi) dan komunikasi yang baik.
Kepemimpinan dipengaruhi oleh struktur organiasai dan pemberian penghargaan. Kepemimpinan adalah proses awal dari pemegang kuasa untuk mempengaruhi orang lain bagi mencapai tujuan yang diinginkan organisasi. Tanpa organisasi tidak akan ada kepemimpinan apalagi pemberikan penghargaan.
Kelompok kerja dipengaruhi oleh struktur organisasi dan kepemimpinan. Kedudukan dan tanggung jawab individu dalam kelompok diatur oleh struktur organisasi. Peranan pimpinan dalam kelompok kerja sangat menentukan tercapainya sasaran yang diinginkan dalam kelompok tersebut.
Penghargaan dipengaruhi oleh pendidikan dan latihan. Penghargaan sebagai balasan atas keberhasilan pekerja dalam mencapai tujuan organisasi. Penghargaan juga diberikan sebagai keberhasilan seseorang dalam pendidikan atau dalam latihan tertentu. Dengan penghargaan tersebut sesorang akan dapat meningkatkan prestasi kerjanya.
Pendidikan dan latihan dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kelompok kerja. Pendidikan dan latihan adalah proses pembelajaran yang mempersiapkan individu untuk melaksanakan pekerjaan yang berbeda pada masa kini dan masa datang. Dengan pimpinan yang baik akan memberikan kesempatan kepada individu untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dengan hasil pendikan dan latihan tersebut itu pula pekerja dapat dikelompok menjadi kelompok kerja yang sesuai dengan tujuan organisasi.
Pemberian kuasa dipengaruhi oleh struktur organisasi dan penghargaan. Kekuasaan mempunyai kemampun untuk mempunyai pengaruh dan merubah sesuatu sesuai dengan tujuan organisasi. Pemberian kuasa (promosi) juga merupakan penghargaan ynag diberikan kepada pekerja untuk mengembangkan diri dan kerjanya dalam suatu organisasi.
2.3. Proses penjaminan mutu hasil suatu Proyek .
Untuk mendapatkan jaminan bahwa mutu hasil suatu proyek itu baik maka perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut :
Sebagaimana diketahui bahwa dalam konsep yang tertuang A Guide to Project Management Body Of Knowledge jaminan kualitas atau quality assurance adalah seluruh aktifitas yang direncanakan secara sistematis untuk memonitor proses untuk menghasilkan produk yang dikehendaki sehingga dapat diyakin bahwa output tersebut akan memenuhi standar yang ditetapkan.
Audit kualitas dilakukan secara periodik atau sesuai keperluan untuk mereview area penting dari proyek. Audit akan membantu untuk melihat status dari proyek dan apakah kemungkinan kualitas proyek dapat sesuai dengan standar yang ditentukan dalam dokumen rencana kualitas.
Jaminan kualitas juga akan membantu memperbaiki proses kerja untuk proyek yang akan datang. Pengalaman yang didapat dari satu proyek digunakan sebagai acuan saat menyusun rencana kualitas di proyek berikutnya sehingga dapat terjadi perbaikan kualitas secara terus menerus disetiap penyelesaian proyek.
Project management unit dalam melakukan proses penjaminan mutu ini dibantu oleh Project Management Supervising Consultant untuk proyek-proyek infrastruktur, Equipment Consultant untuk paket-paket pengadaan alat, Education Consultant untuk kegiatan training program serta Audit Consultant untuk proses pengendalian baik dari segi mutu, jadwal dan biaya.PMSC.
Maka, dengan demikian untuk mendapatkan mutu hasil suatu proyek yang baik kita perlu memiliki struktur organisasi PMSC.
Struktur organisasi terdiri dari Project Management dan Supervisor Consultant yang dikoordinasikan oleh seorang Team Leader. Team Leader adalah seorang senior project management dan administration specialist serta mempunyai pengalaman yang cukup lama dalam hal manajemen proyek khususnya dalam hal proyek dengan bantuan dana luar negeri. Di bawah terdapat 3 tim yang mempunyai tugas sebagai: Project Management dan Administration Team, Detail Engineering Design Review serta Evaluation Team and Site Supervision Team. Fungsi dari tiap tim dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Tim Manajemen dan Administrasi Proyek
Seorang senior project management ditunjuk untuk memimpin project Management team. Ia dan timnya akanberkonsentrasi dalam hal masalah manajemen dan administrasi, Perencanaan Pelaksanaan Proyek sesuai dengan yang disyaratkan oleh Islamic Development Bank, mekanisme dan prosedur dalam hal Pra-Kualifikasi, penawaran dan membuat kontrak dari setiap komponen proyek. Pembayaran sesuai dengan persyaratan IDB dan laporan manajemen proyek. Pada saat akhir proyek, tim ini mempersiapkan Project Completion Report (PCR) berdasarkan tahapan proyek I, II atau III.
B. Tim Evaluasi atas Detailed Engineering Design
Seorang senior architect telah ditunjuk untuk memimpin Tim evaluasi atas pekerjaan DED. Tim ini akan menganalisa dan mengevaluasi pekerjaan DED dalam hal architectural design, structural design, mechanical dan electrical design,building equipment design, landscape dan infrastructure design, dalam hal analisa biaya, kualitas dan kuantitas. Evaluasi ini akan terus berlangsung sesuai dengan keinginan pemakai akhir dan selama kontrak masih berlangsung.
C. Tim Supervisi lapangan (Site Supervision Team)
Seorang senior civil engineer akan ditunjuk untuk memimpin site supervision team. Tim ini beranggotakan The architects, civil engineers, mechanical engineers, electrical engineers, landscape architect, quantity surveyor, dan keuangan. Tim ini akan langsung mengawasi persiapan/pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari hari, menyiapkan pertemuan mingguan dan pertemuan bulanan untuk membahas hasil temuan pekerjaan konstruksi dalam pengawasan sebagai berikut: architecture dan structure inspection, mechanical dan electrical inspection, infrastructure dan landscape inspection sebelum proses serah terima dilaksanakan.
Peran PMSC dalam Project Management Unit untuk melaksanakan pengendalian mutu adalah sebagai berikut :
- Membantu Project Management Unit dalam mengimplementasikan proyek agar sesuai dengan peraturan, standar, dan prosedur yang disyaratkan sebagai contoh Keputusan Presiden nomor: 80 tahun 2003
- Menyiapkan Master Schedule dari pelaksanaan proyek
- Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pelaksanaan proyek
- Menyiapkan rencana kerja tahunan
- Menyiapkan dokumentasi proyek dalam proses pra-kualifikasi
- Membantu Project Management Unit dalam proses pemilihan konsultan, kontraktor dan pemasok peralatan
- Mengkaji ulang dan mengevaluasi hasil kerja Detailed Engineering Design
- Mengawasi dan memonitor pekerjaan kontraktor di lapangan dalam hal kualitas, biaya dan waktu
- Menyiapkan rekomendasi kepada PMU atas masalah yang terjadi di lapangan
- Mengkoordinasikan technical meeting selama periode konstruksi dan menyiapkan laporan kemajuan pekerjaan bulanan dari pekerjaan konstruksi
- Mengkoordinasikan dengan equipment consultant dalam proses pengadaan peralatan
- Mengevaluasi as built drawing setelah periode konstruksi
- Membantu PMU untuk proses pembayaran dan penagihan serta menyimpan semua dokumen pembayaran tersebut di atas
- Menyiapkan Project Midterm Review Report
- Menyiapkan Project Completion Report, pada saat proyek berakhir
Untuk memantau apakah proses pembangunan yang dilaksanakan selama 3 tahun berjalan sesuai yang diharapkan maka PMSC bertugas untuk melaksanakan kegiatan supervisi bagi seluruh paket pekerjaan dan menyusun laporan sebagai berikut :
- Laporan Interim dan perencanaan tahunan
- Estimasi anggaran proyek dan pengeluaran proyek
- Dokumen Penawaran
- Laporan pekerjaan konstruksi dan laporan pengadaan (berbentuk laporan mingguan dan bulanan)
- Laporan proses pengadaan
- Laporan 4 bulanan
- Laporan 6 bulanan
- laporan tahunan
- Laporan penyelesaian pekerjaan
Factor Penyebab Perselisihan Dalam Suatu Mutu Proyek Konstruksi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penyelenggaraan proyek konstruksi sangat besar kemungkinan timbulnya perselisihan/persengketaan (disputes). Mitropoulos dan Howell (2001) menjelaskan bahwa pada dasarnya terdapat tiga akar permasalahan penyebab persengketaan dalam penyelenggaraan proyek konstruksi yaitu:
1). Adanya faktor ketidakpastian dalam setiap proyek konstruksi
2). Masalah yang berhubungan dengan kontrak konstruksi
3) Perilaku oportunis dari para pihak yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi.
Kondisi ideal bagi pelaksana konstruksi adalah apabila seluruh komponen kontrak konstruksi dengan pengguna jasa terinci secara jelas yang tercakup dalam surat perjanjian, syarat umum kontrak, syarat khusus kontrak, spesifikasi teknis, gambar rencana, dan daftar kuantitas (bila ada). Pelaksana konstruksi biasanya berasumsi bahwa seluruh informasi yang ada dalam kontrak sesuai dengan kondisi aktual, namun kondisi proyek yang diketahui selama masa pelaksanaan sering kali tidak sesuai dengan asumsi tersebut. Perbedaan kondisi ini dapat meningkatkan biaya pelaksanaan proyek, termasuk pembayaran kepada pelaksana konstruksi, tergantung kesepakatan yang telah diatur dalam kontrak. Perbedaan kondisi yang sering dijumpai adalah pada aspek kondisi bawah tanah. Aspek waktu penyelesaian pekerjaan merupakan bagian penting pada suatu kontrak konstruksi, karena pengguna jasa biasanya membutuhkan bangunan konstruksi untuk keperluan tertentu pada waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Banyak hal yang dapat mempengaruhi penyelesaian pekerjaan tetap waktu, misalnya faktor cuaca. Keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi yang disebabkan oleh kesalahan pelaksana konstruksi umumnya dapat berakibat pengenaan denda oleh pengguna jasa sesuai dengan lamanya keterlambatan dengan batas maksimal denda tertentu.
Hal lain yang seringkali menjadi penyebab sengketa adalah terjadinya kesalahan/perubahan terhadap rencana/rancangan (design) awal proyek dalam masa pelaksanaan konstruksi. Sesuai dengan karakteristik proyek konstruksi, kesalahan atau perubahan terhadap design awal terkadang tidak dapat dihindarkan walaupun proses perencanaan dan perancangan telah dilakukan secara matang. Di samping perubahan terhadap rancangan awal yang memang perlu dilakukan, pihak pengguna jasa terkadang memutuskan untuk melakukan perubahan pula sesuai dengan kebutuhan yang baru terpikirkan kemudian.
Berbagai faktor potensial penyebab perselisihan dalam penyelenggaraan proyek konstruksi tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga aspek yaitu aspek teknis/mutu, aspek waktu, dan aspek biaya seperti dijelaskan dalam Tabel berikut. Faktor-faktor penyebab tersebut saling terkait, timbulnya satu faktor dapat menyebabkan timbulnya factor lainnya.
PENTUP
Dari penelitian budaya kualitas ditemukan delapan faktor yang mempengaruhi perusahaan jasa konstruksi untuk dapat berkualitas yaitu struktur organisasi, kumunikasi, motivasi, kepemimpinan, kelompok kerja, sistem penghargaan, pendidikan dan latihan, dan pemberian kuasa. Kedelapan faktor budaya kualitas tersebut juga saling mempengaruhi; struktur organisasi dipengaruhi oleh pendidikan dan latihan; komunikasi dipengaruhi oleh struktur organiasi, kepemimpinan, kerja kelompok, dan pendidikan dan latihan; motivasi dipengaruhi oleh komunikasi, kepemimpinan, penghargaan, dan pemberian kuasa; kepemimpinan dipengaruhi oleh struktur organisasi dan pemberian kuasa; kelompok kerja dipengaruhi oleh strukur organisasi dan kepemimpinan; penghargaan dipengaruhi oleh pendidikan dan latihan; pendikan dan latihan dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kelompok kerja; pemberian kuasa dipengaruhi oleh struktur organisasi dan penghargaan. Sedangkan untuk mutu hasil proyek konstruksi yang baik dijelaskan beberapa aspek penting dan untuk penyebab sengketa pelaksanaan konstruksi proyek kita perlu memperhatikan factor – factor yang tidak memberikan hasil yang baik terhadap hasil yang akan kita dapatkan dalam sebuah mutu proyek yang baik.
3.2. Saran.
Dari semua yang telah dijelaskan panjang lebar diharapkan agar kita harus selalu memperhatikan hal – hal yang tidak baik dalam menghasilkan system mutu dalam suatu proyek konstruksi.








