Jumat, 14 Agustus 2009

Kehidupan Saya di Kota Surabaya

@.Kisah pertama di kota Surabaya.

Pertama kali menginjakkan kaki di kota Surabaya,banyak hal yang terbayang dalam pikiran saya yang selama ini saya bayangkan sebelum datang di Surabaya.
Pada tanggal 20 mei 2005 pada pagi harinya saya beserta saudara sepupu chek in di bandara udara Eltari Kupang, dalam benak saya mengatakan ini pengalaman pertama dalam hidup saya, karena untuk pertama kali naik pesawat terbang ( pesawat penumpanng sebelumnya naik pesawat Hercules rute Kupang – Timor Leste ), setelah semuanya selesai saya dipersilakan diruang tunggu untuk menunggu keberangkatan pesawat,dengan sabar menunggu akhirnya naik juga pesawat dengan tujuan Surabaya.
Sesampainya di Kota Surabaya saya sangat binggung ( dalam hati berkata sekarang mau kemana ),seketika turun dari pesawat saya begitu kagum dengan keadaan bandara udara di kota Surabaya,karena luas bandara begitu beda dengan yang sebelumnya saya lihat di Kupang, yang membuat saya lebih kaget,bukannya jalan kaki menuju ruang tunggu, eh malahan dijemput sama bus,sesampainya diruang tunggu saya begitu binggung ( dalam hati berkata dimana cover saya sekarang,mati sudah saya sekarang),eh ternyata disuruh sama sekuriti untuk menunggu tas di tempat barang,hmmmm akhirnya senang bangat karena cover saya sudah dapa kembali.Nah, muncul masalah baru,setelah ditunjukkan jalan keluar terminal bandara,binggung mau kemana,karena kakak yang mau jemput hpnya dimatiin (dalam hati,aduh saya di kerjaiin dalam bahasa Tetum),ehhh tidak lama kemudian muncul juga Kakak sama saudara sepupu di depan saya,senang banggat akhirnya bisa aman di Surabaya.
Kakak memanggil taksi,dan langsung kita munuju kontrakan Kakak,sesampainya dikontrakan saya bersama kakak istrihat.Tibalah jam untuk makan siang dan kakak mengajak untuk makan diwarung,dalam hati berkata makan apa sekarang ya?sampai diwarung disuruh untuk minta sendiri menu makanan langsung ke penjaga warung,dan saya ditanya sama penjaga warung’Mas makan apa?saya binggung dan bilang nasi sama ikan!eh…ternyata sajian yang diberikan untuk saya nasi sama ikan lele, saya begitu kaget dan langsung pengen ganti ikannya?ternyata semua jenis menu lauk pauk dibilang ikan!!!wah…..beda banggat sebutan untuk lauk tiap daerah….tidak mau lama2 karena kelaparan,saya lahap saja ikan lele sama nasi yang tadi……ha..ha…inilah pengalaman pertama di Kota Surabaya……moga mengibur ya…..

@ Masyarakat.

Hidup di Negri orang,hal pertama yang harus dilakukan adalah menaati dan turut sama nilai dan adat istiadat masyarakat setempat, bukan berarti takut tapi hanya untuk mendapatkan hati masyarakat sekitar dan dapat menuai kesuksesan di Negri Orang’Prinsip itulah yang saya penggang dan jalani untuk meraih kesuksesan di Negri Orang.
Karena saya merasa diri pedatang dan hanya untuk menuntut Ilmu adalah prioritas,tapi hal penting yang tidak lupa saya perbuat adalah berbaur dengan masyarakat guna untuk mengetahui kehidupan dilingkungan sekitar agar tidak melakukan kesalahan pada saat perjuangan untuk menuntut ilmu dimuali.Dari waktu ke waktu saya terus merasa ada perubahan yang signifikan dalam diri saya, dan sayapun sangat yakin bahwa disinilah tempat yang disediakan oleh Tuhan untuk saya belajar.

@ Budaya Kehidupan Masyarakat.

‘Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’ Sebgaimana kita ketahui bahwa budaya setiap daerah pasti selalu berbeda,maka tak kalah penting juga perlu kita ketahui kebudayaan masyarakat disekitar kita.
Tanpa sadar saya merasakan banyak sekali kesamaan budaya kehidupan masyarakt di Kota Surabaya di lingkungan saya sebelumnya.Tapi hal yang sangat kagumi di Kota Surabaya yaitu kerukunan warga disetiap kampong,karena dilihat dari kerja sama warga yang selalu kompak dan tak terggangukan oleh isu-isu yang beredar.Saya sangat bangga karena bisa hidup dilingkungan sekitar dan dapat merasakan kenyamannya untuk melaksanakan tugas saya sebagai seorang pelajar ( Mahasiswa ) di Kota Surabaya, wilayah Dukuh Kupang.

@ Agama

Indonesia khusunya kota Surabaya sebagaimana semua orang ketahui bahwa semua masyarakatnya adalah penganut Agama Islam dan dikenal sangat radikal, disilah letak kekaguman saya,meskipun pada umumnya masyarak Indonesia mayoritas agama Islam tapi kehipuan bebas Beragama dan beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing – masing sangat dijunjung tinggi, dan saling menghormati satu sam lainnya. Pada awalnya saya tinggal di Surabaya saya begitu heran ( dalam hati berkata:kenapa ya Orang muslim berdoanya mesti pasang toa dan berdoanya mesti keras-keras suaranya ), tapi, saya menyadari bahwa iman dan kepercayaan beribadah setiap agama pasti berbeda! Memang pada awalnya saya begitu kesal dengan suara yang begitu keras dan sangat menggangu, tapi dari waktu ke waktu saya dapat menyesuaikan diri dan terima semuanya dengan senang hati. Dan saya menyadari juga bahwa, semuanya itu merupakan kewajiban umat Muslim untuk melaksanakanya setiap hari tanpa satu haripun terlewatkan. Hmmmmmmmmmm semoga saya diberikan anugerah yang selalu mengerti akan segala hal yang baru dalam hidup saya…….

@Dunia malam

Kota Surabaya begitu Indah pada malam hari, kelap – kelip lampu – lampu dijalan semakin menyempurnakan keindahan Kota Surabaya yang dikenal banyak orang Kota Pahlawan dan orang lainnya mengatakan Kota metropolitas.
Dengan keindahan Kota Surabaya, maka menggundan banyak aktivitas yang terus berjalan tanpa kenal waktu,dimana salah satunya adalah Dunia Malam, Dunia malam di Kota Surabaya sangatlah beragam, baik dari segi positif maupun segi negative.Saya menyadari bahwa tujuan saya untuk datang di kota Surabaya, hanyalah untuk menuntut ilmu, maka saya selalu sangat hati – hati dalam memenuhi hasrat saya untuk menikmati kehidupan malam di kota Surabaya.

@Makanan

Makanan merupakan kebutuan esensial setiap orang yang harus terpenuhi selalu dalam sehari.Di kota Surabaya banyak menu makanan yang tersedia,tapi jangan lupa, setiap daera pasti memiliki makanan khas masing – masing.
Makanan khas di kota Surabaya yang selalu menjadi menu makan untuk saya setiap harinya adalah Nasi Pecel, nasi rawon,nasi bebek dan lainnya lagi,tapi yang sangat membuat aku selalu merindukan Kota Surabaya adalah pecel lele yang pertama kali saya makan sewaktu tiba di Kota Surabaya.
Moga suatu saat saya bisa mencobanya lagi kota Surabaya,Kota yang penuh kenangan yang tak terlupakan dalam hidup saya….I LOVE YOU SURABAYA….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar