Dalam tugas ini yang akan dibahas adalah bagian – bagian dari proses pekerjaan sebagai berikut :
1.Pemasangan scafolding
2.Bekisting plat dan Balok.
3.Pengecoran Plat atau pengecoran beton
4.pemncangan Pondasi
Berikut adalah penjelasan dan Proses pengerjaan item – item pekerjaan yang telah disebutkan di atas :
1.Pemasangan Scaffolding.
Pada prisipnya semua penunjan acuan harus menggunakan steger besi ( scaffolding ).Scaffolding tersebut harus cukup kuat dan kaku dan diatur agar mudah diperiksa oleh direksi dalam suatu pelaksanaan Proyek pada umumnya.
Pemasangan scaffolding yang dibahas adalah pemasangan yang dikerjakan secara khusus pada proses bekisting plat dan balok
Bahan – bahan yangdiperlukan adalah sebagai beriku :
Steger besi yang terdiri dari Misalnya ditentetukan ukuran – ukuran sebagai berikut :
- J.Base 60
- MF 170
- LF 90
- LF 90
- U – Head 60
*Proses pekerjaan:
1.Untuk scaffolding pada umumnya hanya dilihat pada tumpuan bawahnya dan tumpuan atasnya ( U-head )Nya, Pemeriksaan dilakukanagar tidak terjadi penurunan yang tidak diduga pada saat pengecoran, dan untuk keperluan scaffolding disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini :

2.Bekisting Plat dan Balok
*Proses Pengerjaan Bekisting Plat dan Balok:
1.Multiplex atau kayu dipotong sesuai dengan keperluan/gambar kerja.
2.stel balok 8/12 untuk dudukan bekisting balok dan plat
3.pasang bagian bekisting balok sesuai dengan typenya pada jalur masing – masing balok dan plat
4.Pasang kayu 5/7 berdasarkan keperluan di lapangan dan diteliti secara cermat
5.pasang Multiplex diatas kayu 5/7 sesuai dengan merata
6.steel pemasangan multiplex sesuai rencana dan perhatikan kelurusan dan elevasi serta permukaan yang harus rata.
7.tutup celah sambungan multiplex dengan isolasi kertas
8.Permukaan bekisting ( Balok ) yang akan terkena beton dilumasi mol oil atau minyak bekisting
9.Setelah semuanya terpasang dan dilakukan pengukuran dengan benar dan akurat, maka beton siap dicor, bekistin harus dicek kembali kondisinya ( ukuran dan perkuatannya)
10.Pengecoran siap dilaksanakan
11.pada saat pengecoran elevasi harus selalu di cek atau dimonitor oleh surveyor.
12.Jika terjadi penurunan harus segera dibetilkan.
3.Pengecoran plat atau pengecoran beton.
*Proses pengerjaanya adalah sebagai berikut :
setelah semua pemasangan bekisting selesai, maka pengecoran siap dilaksanakan , dan yang perlu diperhatika adalah sebagai berikut :
A.Material.
1.Beton Ready –mix atau mollen untuk site mix
B.Peralatan
1.vibrator
2.sendok beton
3.ember cor
4.centakan bemda uji kubus
5.jidar/kasut
6.garuk kayu
7.waterpass
8.cangkul
9.kompresor
10.bak ukur
11.kerucut abrams
C.Persiapan
1.tentukan lokasi pengecoran
2.hitung volume dan mutu beton yang akan digunakan
3.tentukan elevasi dan batas – batas dan elevasi pengecoran
4.tentukan interval pengiriman beton
5.buat order beton sesuai mutu, volume dan interval pengiriman
6.bersihkan lahan pengecoran dengan menggunakan kompresor
D.Pelaksanaan.
Sebelum dituangkan diambil sample benda uji slump dan ambil sample untuk test kuat desak berupa kubus atau silinder, beri nomor identifikasi dan tanggal pengecoran
Tuangkan beton kedalam alat bantu pengaliran atau talang cor deletakan jangan dilempar.
Tuang beton ke lantai yang akan dicor dan pengecoran dimulai dari bagian yang telah ditentukan. Dijaga jangan sampai terjadi penumpukan terlalu besar, segera diatakan. Ratakan beton menggunkan alat yang sesuai dan selama penuangan beton harus diatakn menggunakan alat yang sesuai secara merata dan diusahakan jangan merusak besi tulangan.
Atur elevasi beton sesuai ketenuan yang telah ditentukan dean menggunakan trowel tangan untuk menghaluskan permukaan.
Setelah selesai pengecoran, bersikan sisa – sisa adukan atau tumpahan beton dengan air serta rapikan kembali alat – alat kerja.
*Semua kegiatan ini dapat dilihat pada seketsa gambar berikut:

UJI BETON
4.Pekerjaan Pondasi.
Dalam pekerjaan Pondasi,contoh yang diambil adalah Pondasi Tiang Pancang:
Untuk proses pekerjaan tiang hanya dijelaskan proses pada saat pemancangan di lapangan,yaitu sebgai berikut :
1.buat pengukuran dan penentuan titik – titik pada lahan sesuai dengan gambar dan harus dicek dengan benar bahwa titik – titik tersebut benar dan akurat.
2.mobilisasi dan set – up penempatan alat pemancangan maupun penumpukan tiang – tiang beton pra cetak diatur sedemikian rupa sehingga terkelompokkan tiang dengan panjang segmen 3 meter atau 6 meter sesuai dengan yang dibutuhkan.
3.pengaturan titik -titik awal yang akan di pancang terlebih dulu adalah mengambil titik – titik terdalam sehingga sirkulasi alat dan pemancangan bisa berjalan dengan baik.
4.pada titk yang akan dipancang agar telah dicek kebutuhan kedalaman pemancangan sesuai gambar, yang disertai pula penyedian tiang penuh atau sambungannya.
5.pemancangan baru bisa dimulai setelah tiang pancang pada ujung runcingnya tepat dititik yang telah ditentukkan dan didirikan dengan tegak lurus.
6.kubutuhan tiang pancang jumlah yang utuh dan smabungan sesuai dengan rencana kedalam titik yang hendak dipancang.
7.adakalanya pada saat pemancangan belum mencapai kedalaman yang direkomendasikan oleh perencanaan tiang sudah susah untuk didesakan ke tanah, maka perlu pembuktian pada saat akan mengakhiri proses pemancangan dengan cek ” calendering set ” apakah sudah sesuai dengan ketentuan.
8.proses pelaksanaan penyambungan antara tiang yang telah terpancang ditambah dengan tiang tambahan agar benar – benar dicek proses akurasi penyambungan dan kelurusan serta kekokohan sambungansesuai dengan specifikasidari pabrik pembuatannya.
9.setelah pemancangan selesai sesuai dengan specifikasi teknis yang disyaratkan dibagianb pile head dilakkukan pemotngan atau pemecahan.
10.pemotongan pile head dan penyipan posisi pile cap amati kelebihan tiang pancang, sesuaikan dengan gambar kerja buat pemotongan pile head.
11.pada saat pemotongan sisa pembesian agar dibuat sisa minimal 40D ( diameter tulangan ) untuk sambungan ke pile cap.
12.setting elevasi dawar galian pile cap mengikuti gambar kerja, sudah termasuk untuk penempatan urugan pasir yang dipadatkan dan lantai kerja.
13.pemotongan atau pemecahan pile head harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tak merusak pile head.
14.bersihkan lubang pile cap dari bekas hancuran pile head hingga hasil pecahan beton kering tidak tertinggal lagi.
15.atur posisi pembengkokan tulangan bagian atas pile head dengan rapih dan lakukan proses urugan pasir dan lantai kerja pada pile cap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar